31 Pekerja di Papua Dieksekusi, PKS: Negara tak Boleh Diam!

0
32

Jazulijuwaini.com–Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menyampaikan rasa sedih dan emosinya mendengar 31 orang pekerja di Papua yang dieksekusi kelompok separatis bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua. Jazuli mendesak aparat TNI dan Polri menindak tegas kelompok teror bagian dari separatis bersenjata di Papua ini.

“Biadab. Warga negara tak bersalah dieksekusi separatis Papua dalam jumlah begitu banyak. Apa salah mereka? Negara tidak boleh tinggal diam, kejar mereka dan mintakan pertanggung jawaban yang setimpal,” kata Jazuli dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (4/12).

Anggota Komisi I ini mendukung langkah tegas aparat keamanan TNI/Polri melakukan upaya pemulihan kemanan termasuk menyelamatkan para pekerja yang mungkin masih disandera kelompok separatis. Lebih dari itu, Fraksi PKS mendukung penuh upaya aparat TNI/Polri untuk mengejar kelompok sparatis pelaku pembunuhan keji ini sampai mereka menyerah.

“Tindak mereka dengan tegas. Nyawa warga negara begitu murah di tangan mereka,” tegas Jazuli.

Ia berharap tindakan tegas ini, dilakukan dengan protap pemberantasan terorisme. karena nyatanya kelompok separatis ini terkategori teroris yang menyebarkan teror yang meluas, dengan jumlah korban begitu banyak, mereka juga kerap menyasar aparat dan menyerang objek strategis publik.

“Bahkan mereka selama ini juga punya motif politik serta mengacaukan keamanan negara khususnya di Papua,” terangnya.

Ketua Fraksi PKS punya alasan kuat menyebut kelompok ini sebagai teroris berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pemberantasan Terorisme defenisi terorisme adalah: Perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Negara, lanjut Jazuli, tidak boleh kalah melawan aksi-aksi terorisme seperti mereka apalagi korbannya jelas-jelas warga sipil yang tidak bersalah. “Bayangkan para pekerja ini adalah pejuang dan tulang punggung keluarganya. Harus meninggalkan anak, istri dan keluarga tercinta untuk mencari nafkah di Papua. Untuk itu, Pemerintah harus semakin meningkatkan jaminan keamanan bagi warga negara kita di sana,” ucap dia.

Tak lupa, anggota DPR Dapil Banten ini mengungkapkan belasungka yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga meminta Pemerintah menjamin keberlangsungan penghidupan mereka. https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/12/04/pj7zfo282-31-pekerja-di-papua-dieksekusi-pks-negara-tak-boleh-diam?fbclid=IwAR117Tvvn7zGievbiylLBVOVHWGo3qNvBcPlPzB6HiKkl3CWeMWQtQkzpMI

SHARE
Previous articleReuni 212 Digelar Secara Aman dan Damai, PKS Sebut Bukti Kedewasaan Umat
Next articlePKS: Tunggakan Pembayaran BPJS Ancaman Serius Jaminan Kesehatan Rakyat oleh Negara
Dr. H. Jazuli Juwaini, MA Tempat/Tgl Lahir: Bekasi, 2 Maret 1965 Alamat: Jl. Musyawarah No. 10 RT 04/04 Kampung Sawah, Ciputat, Tangsel Riwayat Pendidikan: S1 - Univeristas Muhammad Ibnu Saud Fakultas Syariah S2 - Institut Ilmu Alqur'an Jakarta, Jurusan Tafsir Hadits S3 - Universitas Negeri Jakarta Program MSDM Riwayat Pekerjaan dan Organisasi: -Dosen di Universitas Sahid Jakarta -Anggota DPR/MPR (2004-2009) -Anggota DPR/MPR (2009-2014) -Anggota DPR/MPR (2014-2019) -Ketua Fraksi PKS (2014-2019) -Ketua Dewan Pemakmuran Masjid Indonesia (1999-2004) -Ketua PB Mathla'ul Anwar Bidang Organisasi dan SDM (2008-2013) -Anggota Majelis Wali Amanah PB Mathla'ul Anwar (2013-2018) -Ketua Bid Ekonomi DPP PKS (2009-2014) Publikasi Buku: 1. Menunaikan Amanah Umat (Pustaka Gading Mas, 2006) 2. Otonomi Sepenuh Hati: Evaluasi Implemenasi Otda di Indonesia (I’tishom, 2007); 3. Memimpin Perubahan di Parlemen(I’tishom, 2009); 4. Revitalisasi Pendidikan Islam (Bening Citra Publishing, 2011); 5. Problematika Sosial dan Solusinya(Kholam Publishing, 2012); 6. Otonomi Sepenuh Hati (Edisi Revisi) (Idea, 2015) 7. Mengawal Reformasi, Mengokohkan Demokrasi (Idea, 2015); 8. Menjadikan Demokrasi Bermakna (Idea, 2015) 9. Ulama dan Pesantren Mewariskan Indonesia Merdeka (Idea, 2017) 10. Dahsyatnya Kekuatan Doa (2017) Karya Penelitian Ilmiah: 1. Tesis Arti Penting Asbab Al-nuzul Terhadap Penafsiran Ayat-ayat Hukum (IIQ, 2007) 2. Disertasi Perubahan dan Pengembangan Organisasi DPR Pasca Perubahan UUD 1945 (UNJ, 2016)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.