Profil H. Jazuli Juwaini, Lc., MA

0
84

“… kehadiran insan politik (politisi) di Senayan sebagai anggota DPR harus dimaknai sebagai upaya terlibat dalam politik perubahan. Menjadi anggota dewan hanyalah bermakna orang pertama di antara masyarakatnya (primus interpares). Sama sekali bukan menjadi yang paling utama, paling mulia, paling hebat, dibandingkan masyarakat kebanyakan. Dia akan menjadi utama dan mulia apabila dapat menampilkan politik kebaikan dan mampu menggerakkan perubahan ke arah yang lebih baik (reformasi).”
  H. Jazuli Juwaini, MA dalam Buku “Memimpin Perubahan di Parlemen”
         Jazuli Juwaini lahir di Bekasi pada tanggal 2 Maret 1965. Sejak tahun 1990 sampai saat ini tinggal dan menjadi warga Ciputat Banten. Menikah dengan Hj. Latifah, S.Ag, MA dan dikarunia 4 orang anak. Tinggal di Kelurahan Sawah Ciputat sambari membina Yayasan Sosial, Pendidikan, dan Dakwah Al-Ummah yang menampung anak-anak yatim piatu serta menyelenggarakan aktivitas pendidikan dan dakwah.
         Jazuli Juwaini mendapat amanah menjadi Anggota DPR/MPR RI dua periode (2004-2009 dan 2009-2014) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Selama itu ia pernah ditugaskan di Komisi II (politik, pemerintahan, aparatur, pertanahan), Komisi VIII (agama, sosial, perlindungan perempuan&anak, serta penanggulangan bencana) sebagai Wakil Ketua, serta saat ini kembali ditugaskan di Komisi II. Di struktur kepartaian PKS, ia mendapat amanah sebagai Ketua DPP PKS Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan.
         Sekilas profilnya menerangkan bahwa aktivitas politik sudah tidak asing baginya. Bahkan, jika politik dimaknai sebagai upaya terlibat aktif dalam mengadvokasi dan menyelesaikan permasalahan umat dan masyarakat, hal ini sudah dilakukannya sejak lama karena ia berkiprah sebagai da’i yang aktif di tengah-tengah masyarakat. Hingga kini, di tengah kesibukan sebagai pejabat publik, ia tetap konsisten menjadi da’i bagi umat. Baginya esensi jabatan adalah pelayanan, sehingga pejabat publik pada hakikatnya adalah pelayan publik (khadimul ummah). Jadwal ceramahnya tidak pernah surut dan berkurang, bahkan semakin bertambah, dari pelosok desa hingga manca negara, dari rumah-rumah warga hingga di layar kaca.
         Kader PKS ini juga pernah ditugaskan oleh partainya untuk menjadi calon Bupati Tangerang pada Pilkada 2008 dan calon Gubernur Banten pada Pilkada 2011 lalu. Allah tidak mentakdirkannya untuk menjadi Bupati/Gubernur pada dua Pilkada tersebut. Meski tak terpilih, interaksi langsung secara intensif dengan masyarakat selama Pilkada memperdalam pemahamannya tentang berbagai problematika rakyat serta memperkuat motivasinya untuk semakin berkontribusi memberikan solusi atas permasalahan tersebut.
         Sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan solusi tersebut, Jazuli Juwaini aktif menuangkan gagasan dan pemikiran melalui karya tulis dalam sejumlah artikel media dan buku antara lain:
  1. Menunaikan Amanah Umat (Pustaka Gading Mas, 2006
  2. Otonomi Sepenuh Hati: Evaluasi Implemenasi Otda di Indonesia (I’tishom, 2007); Kata Pengantar oleh Prof. Dr. Ryaas Rasyid, MA (Menteri Otda Era Presiden Abdurrahman Wahid) 
  3. Memimpin Perubahan di Parlemen (I’tishom, 2009); Kata Pengantar oleh Prof. Dr. Satya Arinanto, SH, MH (Guru Besar HTN UI)
  4. Revitalisasi Pendidikan Islam (Bening Citra Publishing, 2011); Kata Pengantar oleh Prof. Dr. Muhammad Amin Suma, SH, MH, MM (Guru Besar UIN Jakarta)
  5. Problematika Sosial dan Solusinya (Kholam Publishing, 2012); Kata Pengantar oleh Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA (Menteri Sosial RI)
         Bukunya yang berjudul “Otonomi Sepenuh Hati” mendapatkan apresiasi dan piagam penghargaan dari Kyoto University Jepang. Jazuli Juwaini didaulat menyampaikan makalah dengan judul yang sama dengan judul buku tersebut dalam forum “THE 6TH INDONESIAN POLITICAL WATCH” di Universitas Kyoto Jepang, yang dihadiri para guru besar dan pengamat Indonesia asal Jepang.
         Sampai kini, da’i politisi atau politisi da’i yang kerap dipanggil “ustadz jeje” ini masih saja haus akan ilmu dalam rangka meng-upgradekualitas dan kapabilitas personalnya. Dua gelar di belakang namanya ia peroleh dari Universitas Muhammad Ibn Saud (Strata I) serta Institut Ilmu Al-Quran Jakarta (Strata II), dan kini ia tercatat mengambil dua program doktoral sekaligus: S3 Ekonomi Islam Universita Trisakti dan S3 Manajemen SDM Universitas Negeri Jakarta.
)|(

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.